


Di Zimbabwe inflasi semakin menjadi-jadi, pada tahun 2006 inflasi mencapai 1.200%, 2007 mencapai 66.212%, dan yang lebih ngeri lagi inflasi di tahun 2008 mencapai 2.200.000%. Suatu tingkat inflasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tinggi banget. Uang recehan kecil di sana bisa mencapai 500.000.000 dollar Zimbabwe yang dikeluarkan oleh Pemerintah Zimbabwe pada bulan Mei 2008. Uang yang sebesar itu hanya dapat digunakan untuk sekali makan seadanya. Coba bayangkan habis berapa milyard kalau mau pesta di restoran atau cafe. Itu baru memikirkan hal-hal yang keseharian, bagaimana dengan perusahaan dan pemerintah… wah ngitungnya jumlah uang gimana ya? Masa pake rumus matematika pangkat-pangkat nolnya…
Semoga hal ini tidak terjadi di Indonesia. Makanya pemerintah Indonesia harus mengantisipasi hal tersebut ke depannya. Benar benar memberdayakan Bank Indonesia ataupun perangkat lainnya untuk mengantisipasi inflasi. Tapi beberapa indikasi yang terus-terusan terjadi di Indonesia yang sebenarnya melajukan inflasi yang tidak dapat dibendung. Hal tersebut mungkin perlu diwaspadai:
- Kenaikan anggaran pemerintah maupun perusahaan yang diidentifikasikan hampir dinaikkan 10% per tahun. Kenaikan ini memang digunakan untuk mengantisipasi harga yang naik. Yang signifikan adalah jika pemerintah menaikan 10% setiap tahun maka berdampak pada barometer harga di Indonesia.
- Kenaikan BBM yang terjadi mungkin tahunan akan memicu kenaikan harga lainnya lebih dari nominal kenaikan harga BBM itu.
- Kenaikan rutin tiap hari Raya, terutama Idul Fitri (lebaran), kenaikan harga permanen bisa mencapai sekitar 10% s.d. 20%.
- Kenaikan gaji pegawai negeri juga terhitung sebagai pembekakan inflasi (bukannya tidak setuju dengan kenaikan gaji pegawai negeri, tetapi hanya melihat dampaknya, lihat saja masih diumumkan harga sudah mulai naik.)
Hal tadi kira-kira menjadi penyebab inflasi rutin tahunan. Belum penyebab inflasi yang tak terduga mengikuti dampak perekonomian dunia atuapun perekonomian dalam negeri. Kenaikan kenaikan tersebut sebenarnya tidak signifikan terhadap perubahan kehidupan masyarakat, bagiamana tidak mendapatnya gaji atau upah naik sedikit, tapi belanja barang naiknya lebih tinggi lagi.
USUL saja buat pemerintah, apa sebaiknya dibentuk Team Khusus pengendali Inflasi? untuk menjaga agar harga-harga tidak naik secara rutin, untuk awalnya bisa saja dengan kampanye tidak menaikkan harga pada hari Raya Idul Fitri besok. Bukankah kenaikan kenaikan itu tidak ada manfaatnya jika semua juga ikutan naik apalagi yang tidak bisa disesuikan lagi setelah hari raya… Keenakan naik, tidak mau turun-turun.
Filed under: News/berita, Opini

